Pemerintah Salurkan Bantuan Pendidikan Non-Tunai

Nasional / Rabu, 19 Oktober 2016 22:26 WIB (MP/man)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Plus. Dalam penyaluran perdana KIP Plus ini, Yogyakarta terpilih sebagai ujicoba.

"Yogyakarta dipilih sebagai uji coba penyaluran bantuan pendidikan secara nontunai didasarkan pada ketersediaan infrastruktur perbankan yang memadai," Kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, di sela-sela peluncuran di Kota Yogyakarta, Rabu (19/10).

KIP Plus merupakan kartu program bantuan pendidikan yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo. KIP Plus menerapkan bantuan pendidikan secara nontunai. Kartu ini dikelola dengan bekerjasama beberapa bank.

Hamid Muhammad menjelaskan, terdapat dua kantong dana pada KIP elektronik atau KIP Plus, yakni dana bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar dan tabungan personal siswa. Sebesar 50 persen dana tersebut dapat digunakan dalam bentuk transaksi nontunai.

"Dapat digunakan untuk embeli perlengkapan yang dibutuhkan siswa untuk belajar. Sisanya yang 50 persen lagi dapat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan siswa seperti biaya transportasi, dan sebagainya," katanya.

Masa uji coba KIP Plus berlangsung hingga 31 Desember 2016. Selama masa uji coba, tim gabungan yang terdiri dari Kemendikbud, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Bank Indonesia dan dua bank konvensional akan memantau kendala-kendala yang dihadapi. (Fre)

BACA JUGA:

  1. Wacana Full Day School Muhadjir Effendy Resahkan Masyarakat
  2. Prof Kamanto Katakan Sosialisasi HAM di Sekolah Itu Perlu
  3. Kecaman Masyarakat Atas Kebijakan Mendikbud
  4. Ahok Setuju Diusung PDIP Asal Djarot Bukan Wakilnya
  5. Sekjen PDIP Bantah Koalisi Kekeluargaan Dibentuk atas Instruksi Megawati
(MP/man)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya