Bandara Nop Goliat Dekai Jadi Pusat Distribusi Logistik

Nasional / Rabu, 19 Oktober 2016 08:12 WIB (MP/man)

Inilah Merah Putih. 

Warga masyarakat di sekitar Nop Goliat Dekai menyambut baik pembangunan Bandar Udara Nop Goliat Dekai di Provinsi Papua.

Sebagai penghubung antar pulau dan antar provinsi yang ada di Indonesia diharapkan Bandar Udara Nop Goliat Dekai bisa menjadi solusi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian masyarakat setempat.

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo yang meresmikan penggunaannya hari Selasa (18 Okt) mengatakan, Bandara Nop Goliat Dekai berperan sebagai pusat distribusi logistik untuk wilayah pengunungan tengah Provinsi Papua dan merupakan salah satu dari tujuh bandara perintis yang menghubungkan 517 Desa di Kabupaten Yahukimo.

Didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Presiden menegaskan bahwa, pembangunan Bandara Nop Goliat Dekia merupakan perwujudan komitmen pemerintah dalam agenda Nawa Cita, yaitu dengan membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, serta dengan pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas yang harus dilaksanakan secara konsisten.

Pemerintahan Jokowi – JK berusaha mengembangkan daerah pinggiran, dalam rangka konektivitas mempersatukan bangsa dengan memanfaatkan hubungan, konektivitas, semata agar bermanfaat bagi masyarakat Yahukimo.

Sementara Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berpandangan keberadaan Bandara Nop Goliat Dekai mampu meningkatkan kelancaran distribusi barang dan memberikan kestabilan harga untuk kesejahteraan masyarakat.

Dibangun dengan dana APBD dan APBN tahun 2004 hingga tahun 2010, Bandara Nop Goliat Dekai dibangun di atas lahan seluas 230 Ha, dengan panjang landasan pacu atau runway 1.950 m x 30 m, yang dilengkapi dengan 2 exit taxiway dengan ukuran 75 m x 23 m dan luas apron 320 m x 60 m.

Gedung terminal Bandara Nop Goliat yang luasnya 1.906 m² mampu menampung 300 penumpang.

Bandara dengan frekuensi penerbangan 15 kali setiap harinya, bisa didarati oleh pesawat ATR 72 dan akan terus dikembangkan sehingga mampu didarati pesawat berbadan lebar Boeing 737.

BACA JUGA

  1. Gubernur Papua : "Freeport Wajib Bangun Smelter di Papua"
  2. Presiden Direktur Freeport Kunjungi Gubernur Papua
  3. Panglima TNI : Kekuatan Panglima TNI Berada di Anak Buah

 

 

(MP/man)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya