Gas Melon Langka, Awas Beredar Tabung Gas Palsu Isinya Air

Nasional / Senin, 17 Oktober 2016 14:00 WIB (MP/man)

Segera cek tabung gas melon (tabung gas elpiji tiga kilogram) di rumah, jika dibeli dari pedagang keliling.

Itulah modus baru yang dialami, Yani, seorang pemilik warung di jalan akses UI, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Ia tertipu seorang pedagang gas keliling yang menawarkan gas melon, dengan harga Rp 18.500 per tabung. Padahal harga pasarnya minimal Rp 22 ribu.

Yani yang membeli empat tabung, menemukan keanehan. Tabungnya saat diangkat, beratnya melebihi aturan. Sementara dari empat gas tersebut, tiga tabung sudah terjual.

Salah seorang pembelinya kemudian datang dan mengadu bahwa gasnya tidak bertahan lebo atas kompor hanya menyala lima menit.

Ketika diukur, tabung gas 3 kg itu ternyata beratnya hampir 12 kilogram. Dan kalau dikocok terdengar bunyi air bukan pasir sebagaimana mestinya.

Lebih heran lagi Yani menemukan katup gas elpiji tiga kilogram itu berwarna abu-abu.

Beredarnya tabung gas elpiji palsu itu meningkatkan keresahan masyarakat, disaat langkanya gas elpiji tiga kilogram di Depok.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Depok Athar Susanto, memperingatkan warga agar cermat dan waspada, terutama jika membeli gas pada malam hari dari pengecer keliling bukan agen resmi dengan harga miring.

Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan meminta agar masyarakat tidak membeli gas elpiji tiga kilogram dari tangan perorangan secara langsung. Apalagi, jika harganya jauh lebih murah dibandingkan harga normal.

BACA JUGA 

  1. Warga Yogyakarta Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg
  2. Pemerintah Galau Tetapkan Penyaluran Elpiji 3 Kilogram
  3. Menteri ESDM Cek Stok Elpiji

 

(MP/man)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya