Penangkapan Aktivis di 2 Desember Hanya Menambah Kegaduhan Politik

Megapolitan / Jumat, 02 Desember 2016 10:23 WIB (MP/slv)

MerahPutih Megapolitan - Disaat adanya Aksi Bela Islam III yang berlangsung di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (2/12), terdapat kabar penangkapan sepuluh orang aktivis oleh pihak kepolisian yang diduga akan melakukan perbuatan makar.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Adi Prayitno menjelaskan jika penangkapan yang dilakukan oleh pihak Polri itu benar maka hal tersebut hanya mencoreng demokrasi di Indonesia.

"Hari ini, polisi menangkap sejumlah aktivis yang dituding terlibat makar. Tentu ini kabar buruk bagi perkembangan demokrasi. Apalagi dasar penangkapan terhadap para aktivis itu masih ngambang dan belum ada dasar hukum yang jelas," ucap dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta melalui telepon, Jumat (2/12).

Selain itu, lanjut Adi penangkapan oleh pihak kepolisian itu tidak akan menyelesaikan masalah. Menurutnya apa yang dilakukan Polri hanya menambah kegaduhan politik di Jakarta.

"Tak hanya itu sikap ini juga menunjukkan sikap arogan kepolisian yang tak pernah berubah. Cacat bawaan polisi itu adalah arogan. Ini yang menghambat reformasi di kepolisian," katanya.

"Tentu saja penangkapan para aktivis kritis ini hanya akan menambah kegaduhan. Situasi makin tak kondusif. Polisi harus menghentikan penangkapan ini. Sekali lagi, ini adalah kabar buruk bagi demokrasi kita," lanjut Adi. (Yni)

BACA JUGA:

  1. Ahmad Dhani Dikabarkan Ditangkap Polri
  2. Sebelum Ditangkap, Ahmad Dhani Sempat Berkicau di Twitter
  3. Aksi Damai 2 Desember Akibatkan Jalan HI Menuju Monas Ditutup
  4. Sepakat dengan Polri, Aksi 212 Akan Dilaksanakan di Lapangan Monas
  5. PP Muhammadiyah Tidak Instruksikan Warganya Ikut Aksi 212
(MP/slv)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya