Ayo Warga Jakarta Tangkap Tikus, Seekor Dibayar Rp20 Ribu

Megapolitan / Selasa, 18 Oktober 2016 23:58 WIB (MP/flo)

MerahPutih Megapolitan - Jakarta sedang giat lakukan Gerakan Basmi Tikus. Begitulah pernyataan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Gerakan Basmi Tikus terdengar begitu kontradiksi dengan posisi dan kedudukan Jakarta sebagai kota Metropolitan dan Ibu Kota negara. Bagaimana mungkin kota secanggih dan modern Jakarta bisa terusik dengan kehadiran tikus-tikus.

Tak bisa dipungkiri keberadaan tikus di Jakarta sudah mulai pada tahap meresahkan. Apalagi sejumlah wabah penyakit mulai menimpa para balita akibat bakteri yang disebarkan tikus-tikus itu.

Saking banyaknya tikus yang berkeliaran. Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat mengimbau warga Jakarta agar mengumpulkan tikus-tikus di lingkungannya. Wagub Djarot kepada awak media di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (18/10) mengakui bahwa Gerakan Basmi Tikus sedang berjalan.

"Ini pembasmian tikus sekarang sedang berjalan. Kumpulin aja, nanti kami komunikasikan ke RT/RW," terang Wagub Djarot.

Ilustrasi tikus yang berada di laboratorium (Foto: MIT/Labs)

Pemerintah propinsi DKI Jakarta bahkan menyediakan hadiah uang yang menggiurkan bagi warganya yang berhasil menangkap tikus. Sasaran awal Gerakan Basmi Tikus yakni di kawasan pemukiman yang padat penduduk. Tikus-tikus yang sudah ditangkap akan dihargai satu ekor sebesar Rp20 ribu.

"Kumpulin saja, nanti lurah ikut turun. Hitung saja berapa buntutnya, nanti kami bayar," kata Wagub Djarot dengan mimik serius.

Wagub Djarot menyarankan agar bangkai-bangkai tikus yang telah terkumpul nantinya akan ditanam oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta atau Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Menurut dia, bangkai tikus bisa dijadikan pupuk.

"Tikusnya ditanam. Iya dong, gali dan tanam. Bahaya lho penyakit," pungkas Wagub Djarot.

Populasi tikus di Jakarta memang sudah mencemaskan. Hampir di setiap gang atau lorong bahkan jalan besar sekalipun sering terlihat bangkai tikus. Belum lagi saluran pembuangan yang jarang dibersihkan membuat tikus-tikus terus berkembang biak. Dengan Gerakan Basmi Tikus diharapkan warga Jakarta bisa aman dari penyakit yang disebar melalui tikus.

BACA JUGA:

  1. Dulure Djarot Sebut Wagub Djarot Sosok Pemimpin Pro-Rakyat
  2. Kehadiran Wagub Djarot di Markas Dulure Djarot Diiringi Salawat Badar
  3. Wagub Djarot Bantah PDI Perjuangan Harapkan Gubernur Ahok Gabung Partainya
  4. Silaturahmi ke Kediaman Surjadi Soerdirdja, Wagub Djarot Dapat Petuah
  5. Wagub Djarot Kesal Warga Penjaringan Tolak Kedatangan Gubernur Ahok

 

 

(MP/flo)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya