TNI Gagalkan Penyelundupan 19,79 Kg Sabu di Perbatasan Kalbar

Kriminal / Jumat, 02 Desember 2016 07:59 WIB (MP/man)

Salah satu tingkat kerawanan tertinggi di wilayah perbatasan RI-Malaysia adalah masalah penyelundupan Narkoba yang dilakukan oleh jaringan narkotika lintas negara.

Pernyataan Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa itu, dibuktikan dengan disitanya 19,79 Kg Sabu yang disita Prajurit TNI dari Satgas Yonif Para Raider 502 Kostrad hari Kamis (1 Des.).

Saat kejadian prajurit TNI tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Para Raider 502/UY Kostrad bersama Bea Cukai dan aparat Polsek Badau, melakukan razia seluruh kendaraan yang keluar masuk di Pos Lintas Batas Negara Nanga Badau, Kec. Badau, Kab. Kapuas Hulu.

Sekitar pukul 11.30 WITA, prajurit TNI memeriksa sebuah mobil Proton Nopol WEM 6119, yang dikemudikan Chong Chee Kok (41 tahun) warga negara Malaysia.

Saat mobil diperiksa prajurit TNI menemukan tiga buah kardus mencurigakan di bagasi mobil. Saat dimintai keterangan pengemudi menunjukkan perilaku mencurigakan sehingga terpaksa digiring ke depan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Nanga Badau.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata tiga kerdus tersebut memang berisi narkoba yang diduga jenis sabu-sabu. Narkoba tersebut dibungkus dengan aluminium foil sebanyak 30 paket dengan berat 19,79 Kg,” jelas Kabidpenum.

“Dari hasil temuan sabu tersebut, prajurit TNI yang kembali melakukan pemeriksaan secara menyeluruh ke seluruh bagian kendaraan, menemukan beberapa bungkus plastik berisi 1.992 butir ekstasi yang disembunyikan di dalam speaker mobil,” terang Kolonel Inf Bedali. 

Dengan barang bukti Sabu dan ekstasi tersebut, tersangka Chong Chee Kok menurut Dansatgas Pamtas Yonif Para Raider 502/UY Kostrad, Mayor Inf Febi Triandoko diserahkan ke aparat Polres Kapuas Hulu untuk diproses lebih lanjut.

Mayor Febi mengatakan, “Satgas akan terus melaksanakan kegiatan seperti ini secara rutin sampai akhir penugasan di wilayah perbatasan dalam rangka membantu tugas Bea Cukai dan Kepolisian, dalam meminimalisir dan memberantas peredaran narkoba di masyarakat.” (dsyamil)

(MP/man)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya

  • Persatuan dan Kesatuan Lebih Penting Dari Perang Saudara

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kembali mengingatkan generasi penerus bangsa Indonesia kemungkinan adanya kader-kader yang sudah dibina dan digalang oleh kekuatan asing, untuk menghancurkan Indonesia. .

    Pendidikan / 01 Desember 2016 10:00 WIB
  • Kejuaraan AKF Kelas U-21, Indonesia Harus Unggul

    “Saya selaku Ketua Umum Pengurus Besar FORKI merasa terhormat, karena 1200 peserta dari 29 negara, parapelatih, wasit dan pimpinan delegasi dapat hadir di Sulawesi Selatan untuk mengikuti kejuaraan ini,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat membuka Kejuaraan Asia Karate Federation untuk kelas Kadet Junior Karateka. .

    Olahraga Lainnya / 26 November 2016 10:00 WIB
  • Indonesia Harus Bersatu Menghadapi Ancaman Luar

    Dalam catatan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, kondisi perekonomian Indonesia termasuk pertumbuhan ekonomi yang baik. Padahal tak dipungkiri saat ini kondisi perekonomian global tengah kritis. .

    Nasional / 25 November 2016 10:00 WIB
  • Denny JA Melihat Panglima TNI Pas Jadi Presiden  

    Sikap Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang sebelum demo 4 November lalu berpesan kepada para prajuritTNI untuk melindungi rakyat, dipuji peneliti LSI Denny JA. .

    Politik / 24 November 2016 18:50 WIB
  • RSPAD Menuju Rumah Sakit Terbaik di Asia Tenggara  

    Terhitung sejak 8 November 2016 Kementerian Keuangan RI telah menetapkan bahwa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) menjadi satu-satunya rumah sakit TNI yang pertama kali menerapkan mekanisme pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). .

    Nasional / 23 November 2016 09:00 WIB