Hiswana Migas: Elpiji Tiga Kilogram Langka, Distribusi Gas Salah Sasaran

Keuangan / Rabu, 19 Oktober 2016 17:45 WIB (MP/man)

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Tangerang mengendus, terjadinya kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg di masyarakat, diakibatkan tidak tepatnya sasaran dalam pendistribusian. Hal ini karena masih banyak penggunaan tabung gas bersubsidi untuk kebutuhan usaha.

"Sebenarnya, untuk rumah makan Padang yang skalanya udah besar atau omset lebih dari Rp30 juta perbulan, itu tidak boleh menggunakan tabung gas bersubsidi, atau gas 3 kg," ungkap petugas pengisian gas elpiji 3 kg di SPBE Curug, Kabupaten Tangerang Heri Zhi kepada merahputih.com, Rabu (19/10).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Tabung Gas 12 kg di Hiswana Migas Kabupaten Tangerang ini mengaku, pengawasan terhadap pendistribusian tabung gas 3 kg juga sangat minim. Karena sejauh ini, kata Heri, Petamina hanya melakukan pengawasan sampai tingkat agen, itu pun hanya ada satu orang. Sehingga rawan terjadi tidak tepat sasaran yang berimbas kepada masyarakat yang seharusnya mendapatkan hak tersebut.

"Untuk pengawasan pendistribusian ke warung-warung atau ke masyarakat, sebenarnya tugas pemerintah dan kepolisian. Di Pertamina hanya melakukan pengawasan ke agen-agen," paparnya. (Wid)

BACA JUGA:

  1. Gas Elpiji Tiga Kilogram Langka, Di Tangerang Aman
  2. Warga Yogyakarta Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg
  3. Pemerintah Galau Tetapkan Penyaluran Elpiji 3 Kilogram
  4. Harga Elpiji 12 Kg Turun Jadi Rp135.300 per Tabung
  5. Pengusaha Elpiji Keluhkan Mahalnya Segel Karet Berlabel SNI
(MP/man)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya